Skip to content

Context Management — Projects & Workspace Architecture

Bagian 5 dari CLAUDE 101 Master Playbook


Mengapa Projects Adalah Game-Changer

Tanpa Projects, setiap chat dimulai dari nol. Claude tidak tahu siapa kamu, apa yang sudah pernah dibahas, atau standar kerja yang kamu mau. Dengan Projects yang dirancang dengan baik, Claude langsung bekerja seperti rekan kerja yang sudah kenal konteksmu.

[OFFICIAL FEATURE] — Projects di claude.ai tersedia untuk pengguna Pro, Max, Team, dan Enterprise.


Komponen Projects

Setiap Project terdiri dari:

  1. Project Instructions — Instruksi permanen yang selalu aktif di semua chat dalam project ini
  2. Project Knowledge — Dokumen, file, dan referensi yang menjadi "memori" project
  3. Chat History — Riwayat semua percakapan dalam project ini
  4. Sharing Settings — Siapa yang bisa mengakses (untuk Team/Enterprise)

Cara Menulis Project Instructions yang Efektif

Project Instructions adalah instruksi sistem permanen untuk semua chat di project tersebut.

Template Project Instructions:

markdown
## IDENTITAS ASISTEN
Kamu adalah [nama role] untuk [nama project/domain].

## KONTEKS PERMANENT
[Background yang selalu relevan — misalnya: jenis bisnis, jurisdiksi hukum, 
produk yang sedang dibangun, standar yang berlaku]

## STANDAR OUTPUT
- Bahasa: [Indonesia/English/Mixed]
- Format default: [Prose/Bullet/Tabel/dll.]
- Level detail: [High-level/Detailed/Technical]
- Tone: [Formal/Semi-formal/Conversational]

## ATURAN WAJIB
1. [Hal yang selalu harus dilakukan]
2. [Hal yang tidak boleh dilakukan]
3. [Disclaimer atau peringatan yang selalu harus ada]

## REFERENSI STANDAR
- [Regulasi atau framework yang selalu jadi acuan]
- [Template atau format standar yang harus diikuti]

## PERSONA SPESIFIK DOMAIN
[Detail tambahan tentang keahlian atau sudut pandang yang harus diambil]

Cara Mengelola Project Knowledge

Yang Sebaiknya Masuk ke Knowledge Base:

  • Dokumen referensi permanen (regulasi, standar, template)
  • Style guide atau standar penulisan
  • Profil entitas (perusahaan, klien, produk)
  • Keputusan arsitektur yang sudah dibuat
  • Glossary dan definisi istilah khusus

Yang Sebaiknya Tidak di Knowledge Base:

  • Dokumen yang sering berubah (gunakan upload per-chat)
  • Dokumen sangat panjang yang jarang dibutuhkan (makan context window)
  • Informasi sensitif yang tidak perlu selalu tersedia

🏆 [BEST PRACTICE] — Bersihkan knowledge base secara berkala. Dokumen yang sudah tidak relevan justru mengacaukan konteks.


7 Template Workspace per Fungsi

Tujuan: Drafting, review, analisis, dan semua pekerjaan hukum

Knowledge Base:

  • Template kontrak standar yang digunakan (NDA, PKS, MoU, dll.)
  • Kumpulan klausul standar per kategori
  • Regulasi kunci (KUHPerdata pasal relevan, UUPT, regulasi sektoral)
  • Style guide untuk bahasa hukum Indonesia
  • Client profile jika sudah ada

Project Instructions:

Kamu adalah senior legal drafter dan counsel berpengalaman dalam hukum Indonesia.
Fokus: hukum korporat, perjanjian komersial, notarial practice.
Bahasa: Indonesia formal hukum. 
Selalu tandai area yang membutuhkan verifikasi manusia dengan [VERIFY].
Setiap referensi undang-undang harus disertai nomor pasal spesifik.
Jangan membuat pernyataan hukum final — selalu frame sebagai "draft untuk review".

Prompt Template Harian:

[TASK: CONTRACT REVIEW]
Dokumen: [nama/deskripsi]
Pihak klien: [Penyewa/Pemberi kerja/dll.]
Fokus review: [area spesifik]
Output yang diminta: [tabel risiko / redline / memo]

WORKSPACE 2: Research Workspace

Tujuan: Penelitian mendalam, fact-finding, intelligence gathering

Knowledge Base:

  • Metodologi research yang digunakan
  • Sumber terpercaya per domain
  • Template laporan research

Project Instructions:

Kamu adalah research analyst yang sangat kritis dan disiplin.
Selalu bedakan: FAKTA TERVERIFIKASI / INFERENCE / ASUMSI / TIDAK PASTI.
Aktifkan web search untuk semua klaim faktual terkini.
Setiap fakta harus punya sumber. Jika tidak ada sumber, katakan demikian.
Format output: ringkasan eksekutif → temuan utama → analisis → rekomendasi → referensi.

WORKSPACE 3: Content Workspace

Tujuan: Produksi konten, copywriting, social media, artikel

Knowledge Base:

  • Brand voice guide
  • Contoh konten yang berhasil
  • Target audience profile
  • Platform-specific guidelines

Project Instructions:

Kamu adalah content strategist dan copywriter untuk [brand/channel name].
Brand voice: [deskripsi tone dan gaya]
Target audience: [profil pembaca/penonton]
Platform utama: [YouTube / LinkedIn / X / dll.]
Selalu utamakan value dan kejelasan. Hindari filler dan kalimat kosong.

WORKSPACE 4: Code Workspace

Tujuan: Pengembangan produk, debugging, arsitektur teknis

Knowledge Base:

  • Tech stack yang digunakan
  • Coding standards dan conventions
  • Arsitektur dokumen yang sudah dibuat
  • README dan dokumentasi project

Project Instructions:

Kamu adalah senior software engineer dengan spesialisasi [tech stack spesifik].
Stack: [React, Node.js, Python, dll.]
Standar: [ESLint config, naming convention, dll.]
Selalu pertimbangkan: keamanan, maintainability, dan performance.
Saat membuat perubahan, jelaskan alasan dan dampak potentialnya.
Jangan buat perubahan tanpa penjelasan.

WORKSPACE 5: Strategy Workspace

Tujuan: Business strategy, product thinking, keputusan penting

Knowledge Base:

  • Business plan atau ringkasan eksekutif
  • Competitive landscape yang sudah dipetakan
  • Framework keputusan yang digunakan
  • OKR atau target yang berlaku

Project Instructions:

Kamu adalah strategic advisor dengan background bisnis, hukum, dan teknologi.
Pendekatan: analytical, evidence-based, realistic.
Selalu sajikan: analisis situasi → opsi → trade-off → rekomendasi → next step.
Tantang asumsi yang lemah secara konstruktif.
Prioritaskan realisme atas idealisme.

WORKSPACE 6: Admin Workspace

Tujuan: Surat menyurat, dokumen administratif, manajemen informasi

Knowledge Base:

  • Template surat dan memo
  • Daftar kontak atau entitas yang sering dirujuk
  • SOP internal yang berlaku

Project Instructions:

Kamu adalah senior administrative professional.
Bahasa: Indonesia formal. Gaya: efisien, jelas, profesional.
Untuk surat resmi: gunakan format surat Indonesia standar.
Untuk memo internal: format pendek, langsung ke inti.

WORKSPACE 7: Personal Chief-of-Staff Workspace

Tujuan: Perencanaan, prioritas, refleksi, manajemen agenda

Knowledge Base:

  • Tujuan jangka pendek dan panjang
  • Project yang sedang berjalan
  • Konteks personal yang relevan

Project Instructions:

Kamu adalah Chief of Staff pribadi saya.
Tugasmu: membantu saya berpikir lebih jernih, memprioritaskan dengan benar,
dan memastikan tidak ada yang terlewat.
Gaya: langsung, tidak basa-basi, efisien, tapi warm.
Ketika saya ragu, bantu saya melihat gambaran besar.
Ingatkan saya tentang trade-off yang mungkin tidak saya lihat.

Cara Mengelola Chat agar Konteks Tidak Kacau

🏆 [BEST PRACTICE]

  • Satu topik, satu chat — Jangan campur topik yang tidak berkaitan dalam satu percakapan
  • Beri judul chat yang deskriptif — Mudah ditemukan kembali
  • Mulai chat baru untuk task baru — Konteks chat yang sudah panjang bisa "mengotori" respons berikutnya
  • Gunakan Project untuk konteks yang perlu persisten — Jangan andalkan chat history
  • Jika chat sudah sangat panjang, buat ringkasan dan mulai chat baru dengan ringkasan tersebut sebagai context

Manajemen Context Window

⚠️ [LIMITATION / RISK]

Meski context window Claude sangat besar (hingga 1 juta token), ada hal yang perlu diperhatikan:

  • Context window yang hampir penuh bisa menurunkan kualitas respons
  • Tidak semua dokumen dalam knowledge base aktif sekaligus
  • Untuk percakapan sangat panjang, pertimbangkan untuk membuat ringkasan

Strategi Anchor Reminder (untuk chat panjang):

Setiap 10-15 pesan, tambahkan:
"[ANCHOR] Ingat: kamu berperan sebagai [role]. Format output: [format]. 
Constraint aktif: [constraint utama]."

🔄 [RECOMMENDED WORKFLOW]

Untuk pekerjaan hukum yang konsisten dan berkualitas:

  1. Setup Legal Workspace dengan instructions yang mencakup:

    • Role sebagai legal drafter/counsel
    • Jurisdiksi: hukum Indonesia
    • Aturan wajib: selalu frame output sebagai draft, bukan advice final
    • Referensi regulasi yang sering digunakan
  2. Upload ke Knowledge Base:

    • Template kontrak standar kantor
    • Klausul standar per kategori
    • Regulasi yang sering dirujuk
  3. Buat Prompt Template per Jenis Pekerjaan:

    • Template review kontrak
    • Template drafting perjanjian
    • Template legal research
    • Template legal memo
  4. Jalankan QC setiap output:

    • Verifikasi referensi hukum ke JDIH
    • Jalankan critique loop
    • Review oleh lawyer berlisensi

CLAUDE101 — AI Workflow Playbook by Smart Edukasi